AIR
KEBUTUHAN AIR
Untuk kondisi manusia dapat hidup tanpa air dalam keadaan tubuh sehat maksimal
Air yang dikonsumsi manusia ideal harus memenuhi syarat sebagai berikut :
– Angka kuman 1 cc kurang dari 100 cc air.
– Bakteri coli tak ada dalam 100 cc air.
– Zat yang ada kurang dari 100 mg/liter
– Zat organic kurang dari 10 mg/liter
– Mengandung fluor dan yodium
– Tak boleh mengandung gas H2S, NH4, NO3 kurang dari 20 mg/liter, NO2
Dalam praktek, persyaratan diatas yang paling mudah dipenuhi adalah syarat fisik,
langsung dapat diminum.
1. Air terkontaminasi (CONTAMINATED WATER)
yaitu air yang mengandung racun, unsur kimia biologi, radiology (kibira) atau jasad
yaitu air yang mengandung bahan sampah, Lumpur atau limbah. Tak bisa dipakai
yaitu air yang bebas kibira, racun dan organisme. Walau rasa kurang enak, sesudah
yaitu air yang enak dan segar diminum.
1. Sedimentasi
yaitu pengendapan melalui zat kimia. Untuk bahan alkali sama dengan FCl2,
yaitu untuk membunuh organisme penyebab penyakit, cara :
– Delapan tetes yodium tinetur 2,5%/liter air selama 10 menit
– KMnO4 (kalium permanganate)
– Tablet halozone (untuk penjernih air)
– Dicampur serbuk biji kelor 200mg/liter lalu diendapkan selama ½ jam.
5. Untuk penghilang bau, warna, racun, adalh dengan karbon aktif seperti : norit, aqua
– Air bron/mata air
– Air sumur, waduk, sungai, telaga, air hujan, mata air
– Air dari tanaman :
* liana/rotan dengan memotong dekat tanah ditampung
* palmae diambil niranya
* ruas bambu, bonggol pisang, lumut
– Air tampungan dari embun
– Air berlumpur
– Air yang tidak memenuhi syarat fisik.
PENCARIAN AIR
– Dari saluran air pada dinding lembah yang memotong lapisan berpori.
– Pada daerah granit cari pinggir bukit berumput paling hijau.
– Cari pada daerah lembah atau lereng.
– Kadang terdapat genangan kecil, air harus disterilkan.
– Pada hutan lumut, ambil lumut lalu peras.
5. Menampung embun.
SURVIVAL
Teknik survival adalah bagian dari THAB yang mempunyai pokok bahasan :
2. BOTANI DAN ZOOLOGI PRAKTIS.
3. PIONEERING, meliputi : navigasi, mountaineering, tali temali/jerat, pengetahuan
1. Subyektif (jasmani rohani).
3. Obyektif (kondisi lingkungan/medan).
4. Faktor pendukung (sarana danprasarana kegiatan).DEFINISI UMUM :Survival itu apa yach? Ada yang tau ga’? yup betul survival adalah suatu usaha dalam
Bagi para petugas SAR, survival adalah usaha dalam keadaan terbatas untuk mengolah
Keadaan darurat/terbatas ini meliputi :
1. Kesehatan jasmani dan rohani
2. Tersesat.
2. Pengembangan teknis dan system pengelolaan survival.
3. Peralatan survival yang tepat.Pada prakteknya semua keadaan darurat yang terjadi dalam mengatasinya melalui
1. Menilai kesehatan secara keseluruhan dari tim.
2. Melakukan komunakasi bila mungkin, agar keadaan darurat tidak berlarut-larut dan
3. Membuat perlindungan sementara dan perlengkapannya.
4. Istirahat untuk mengembalikan kondisi.
5. Evaluasi :
– menilai permasalahan yang sudah, sedang dan akan terjadi
– mencari sebab timbulnya keadaan darurat
– penentuan lokasi untuk pengelolaan keadaan darurat
– menyusun daftar makanan, air dan alat yang masih tersisa
– membagi tugas
membuat bivak
Bivak adalah tempat berlindung sementara di alam bebas dari aneka gangguan cuaca, binatang buas, dan angin tentunya. Memang semua itu bisa mempergunakan Tenda Dome atau Flysheet, akan tetapi, bagaimana jika alat berlindung siap pakai tadi rusak ataupun sobek saat di alam bebas? Sudah tentu kita harus bisa membuat bivak atau shelter dari bahan sekeliling kita.
Bivak atau shelter dapat dibagi atas :
1. Bivak alam
Tempat berlindung yang dibuat dengan menggunakan bahan – bahan yang terdapat di alam seperti ;
a. Pohon tumbang
b. Lubang pada pohon besar
c. Gua
d. Bivak dari bambu
e. Bivak dari daun tumbuh – tumbuhan
2. Bivak buatan
a. Menggunakan plastik
b. Menggunakan Fly sheet
MATERI MOUNTAINEERING
MATERI MOUNTAINEERING
Secara bahasa arti kata Mountaineering adalah teknik mendaki gunung. Ruang lingkup kegiatan Mountaineering sendiri meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Hill Walking/Hiking
Hill walking atau yang lebih dikenal sebagai hiking adalah sebuah kegiatan mendaki daerah perbukitan atau menjelajah kawasan bukit yang biasanya tidak terlalu tinggi dengan derajat kemiringan rata-rata di bawah 45 derajat. Dalam hiking tidak dibutuhkan alat bantu khusus, hanya mengandalkan kedua kaki sebagai media utamanya. Tangan digunakan sesekali untuk memegang tongkat jelajah (di kepramukaan dikenal dengan nama stock atau tongkat pandu) sebagai alat bantu. Jadi hiking ini lebih simpel dan mudah untuk dilakukan.
Level berikutnya dalam mountaineering adalah scrambling. Dalam pelaksanaannya, scrambling merupakan kegiatan mendaki gunung ke wilayah-wilayah dataran tinggi pegunungan (yang lebih tinggi dari bukit) yang kemiringannya lebih ekstrim (kira-kira di atas 45 derajat). Kalau dalam hiking kaki sebagai ‘alat’ utama maka untuk scrambling selain kaki, tangan sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang atau membantu gerakan mendaki. Karena derajat kemiringan dataran yang lumayan ekstrim, keseimbangan pendaki perlu dijaga dengan gerakan tangan yang mencari pegangan. Dalam scrambling, tali sebagai alat bantu mulai dibutuhkan untuk menjamin pergerakan naik dan keseimbangan tubuh.
Berbeda dengan hiking dan scrambling, level mountaineering yang paling ekstrim adalah climbing! Climbing mutlak memerlukan alat bantu khusus seperti karabiner, tali panjat, harness, figure of eight, sling, dan sederetan peralatan mountaineering lainnya. Kebutuhan alat bantu itu memang sesuai dengan medan jelajah climbing yang sangat ekstrim. Bayangkan saja, kegiatan climbing ini menggunakan wahana tebing batu yang kemiringannya lebih dari 80 derajat! Ouhhh…
Nah, tentu saja mountaineering ini cukup menantang untuk digeluti… selain wahana kegiatannya yang berada di daerah ketinggian pegunungan yang diwarnai dengan tebing lembah, ngarai, ceruk, sungai, dan panorama tiada tara, untuk melakoni mountaineering ini tentu saja dibutuhkan kesiapan fisik yang mantap.
Secara garis besarnya untuk melakoni mountaineering pastikan tubuh kalian dalam kondisi sehat, fit, dan stamina oke. Untuk itu olahraga teratur sangat mutlak. Selain itu, kau harus bebas dari semua phobia akan hal-hal yang berkaitan dengan tempat-tempat tinggi dan punya kesiapan rencana yang mantap!
Peralatan dasar kegiatan alam bebas seperti ransel, vedples (botol air), sepatu gunung, pakaian gunung, tenda, misting (rantang masak outdoor), kompor lapangan, topi rimba, peta, kompas, altimeter, pisau, korek, senter, alat tulis, dan matras mutlak dibutuhkan selain alat bantu khusus mountaineering seperti tali houserlite/kernmantel, karabiner, figure of eight, sling, prusik, bolt, webbing, harness, dan alat bantu khusus lainnya yang dibutuhkan sesuai level kegiatannya.
SK NAVIGASI DARAT
KRIDA NAVIGASI DARAT ( NAVRAT)
SKK PENGETAHUAN PETA DAN MEDAN
Tujuan : Untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pengetahuan Peta dan Medan maka ditetapkan syarat kecakapan/kompetensi untuk pramuka siaga, penggalang, penegak dan pandega sebagai berikut :
a. Pramuka Siaga (Tidak diadakan)
b. Pramuka Penggalang
1) Mengetahui dan mengerti tentang peta dan medan
2) Mengetahui dan mengerti tanda-tanda peta
c. Pramuka Penegak
1) Memahami dan dapat menentukan koordinat peta
2) Memahami dan mampu cara menyambung peta
d. Pramuka Pandega
1) Menguasai dan mahir menentukan koordinat peta
2) Menguasai dan mahir cara menghitung kedar peta
3) Menguasai dan mahir menghitung sudut tanjakan
Arti lambang wirakartika
Saka Wirakartika adalah wadah para pemuda sebagai prajurit /patriot bangsa yang setia berbakti tetap menjaga keutuhan NKRI.
Saka adalah Wdah Pendidikan guna menyalurkan minat,mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam segala bidang IPTEK
Wira Adalah Kesatria muda yang terampil tangkas dan cerdas
Kartika Adalah Bimtang yang tinggi yang melambamgkan cita-cita yang tinggi dan berbudi luhur
Tujuan pramuka
Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara mereka bias:
- Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
- Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
- Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjdai calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
sejarah pramuka
Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung.Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.


