wirakartika13mjg

Just another WordPress.com site

AIR

AIR


KEBUTUHAN AIR

    Untuk kondisi manusia dapat hidup tanpa air dalam keadaan tubuh sehat maksimal 

    selama empat hari. Akan mati 8-12 hari. Apa benar? kalau ga’ percaya buktikan 
    sendiri.OK!. Bila ada air tetapi tak ada makanan, orang akan bertahan selama 3 minggu. 
    Sedang kebutuhan dasar air pada manusia minimal 2,5 liter perhari. Naik turunnya 
    kebutuhan air tergantung pada aktivitas kegiatan dan makanan yang dimakan, juga 
    dipengaruhi oleh kondisi cuaca atau alam.

    Syarat Mutu Air

    Air yang dikonsumsi manusia ideal harus memenuhi syarat sebagai berikut :

    1.    Syarat Fisik
           Tak berbau, tak berasa, tak berwarna dan sejuk (dibawah suhu sekitar), jernih 
           (kekeruhan 1mg/liter SiO2.

    2.    Syarat Bakteriologi
           –    Angka kuman 1 cc kurang dari 100 cc air.
               Bakteri coli tak ada dalam 100 cc air.

    3.    Syarat Chemis
               Zat yang ada kurang dari 100 mg/liter
               Zat organic kurang dari 10 mg/liter
               Mengandung fluor dan yodium
               Tak boleh mengandung gas H2S, NH4, NO3 kurang dari 20 mg/liter, NO2

    Dalam praktek, persyaratan diatas yang paling mudah dipenuhi adalah syarat fisik, 

    kemudian air dimasak (melalui proses penjernihan dan sterilisasi dengan obat), air 

    langsung dapat diminum.

MACAM AIR

    Mutu tingkat air dimulai dari kandungan zat-zat didalamnya
    1.    Air terkontaminasi (CONTAMINATED WATER)
           yaitu air yang mengandung racun, unsur kimia biologi, radiology (kibira) atau jasad 

           renik yang dapat menimbulkan sakit.

    2.    Air kotor terpolusi (POLLUTED WATER)
           yaitu air yang mengandung bahan sampah, Lumpur atau limbah. Tak bisa dipakai 
           karena tidak memenuhi syarat fisik.

    3.    Air yang dapat dipakai (PORTABLE WATER)
           yaitu air yang bebas kibira, racun dan organisme. Walau rasa kurang enak, sesudah 
           dimasak bisa diminum

    4.    Air nyaman (PALATABLE WATER)
           yaitu air yang enak dan segar diminum.


Penjernihan Air

    Supaya air menjadi “palatable water” tahap-tahapnya :
    1.    Sedimentasi
          yaitu air didiamkan sampai kotoran mengendap sendiri atau dicampur AlOH.

    2.    Koagulasi
           yaitu pengendapan melalui zat kimia. Untuk bahan alkali sama dengan FCl2,
           NH4. non alkali sama dengan Na2SO4.

    3.    Filtrasi
           yaitu untuk menjernihkan air dengan pasir atau saringan diatomis.

    4.    Sterilisasi
           yaitu untuk membunuh organisme penyebab penyakit, cara :
               Delapan tetes yodium tinetur 2,5%/liter air selama 10 menit
               KMnO4 (kalium permanganate)
               Tablet halozone (untuk penjernih air)
           –    Dicampur serbuk biji kelor 200mg/liter lalu diendapkan selama ½ jam.

    5.    Untuk penghilang bau, warna, racun, adalh dengan karbon aktif seperti : norit, aqua 
           nuchar, hidro darco

SUMBER AIR

    1.    Air yang tidak perlu dimurnikan/palatable water
               Air bron/mata air
               Air sumur, waduk, sungai, telaga, air hujan, mata air
               Air dari tanaman :

                *    kelapa, kaktus dipotong diperas
                *    liana/rotan dengan memotong dekat tanah ditampung
                *    palmae diambil niranya
                *    ruas bambu, bonggol pisang, lumut
               Air tampungan dari embun

    2.    Air yang dimurnikan
               Air berlumpur
               Air yang tidak memenuhi syarat fisik.

PENCARIAN AIR

    1.    Pada tanah berbatu
           –    Cari mata air pada daerah karst
               Dari saluran air pada dinding lembah yang memotong lapisan berpori.
           –    Pada daerah granit cari pinggir bukit berumput paling hijau.

    2.    Pada tanah gembur
               Cari pada daerah lembah atau lereng.
               Kadang terdapat genangan kecil, air harus disterilkan.

    3.    Di pegunungan
               Digali bekas aliran sungai pada kelokan sebelah luar.
               Pada hutan lumut, ambil lumut lalu peras.

    4.    Dari tumbuh-tumbuhan.

    5.    Menampung embun.

Advertisements

August 29, 2011 Posted by | wirkartika | , , , , , | Leave a comment

SURVIVAL

TEKNIK SURVIVAL HUTAN


Teknik survival adalah bagian dari THAB yang mempunyai pokok bahasan :

1.    PERSIAPAN PERJALANAN DAN KESEHATAN PERJALANAN.

2.    BOTANI DAN ZOOLOGI PRAKTIS.
3.
    PIONEERING, meliputi : navigasi, mountaineering, tali temali/jerat, pengetahuan 

       medan, bivak, mencari air, membuat api, komunikasi lapangan, membaca jejak, 
       manaksir jarak dan ketinggian.Namun penerapannya dipengaruhi oleh faktor-faktor :
1.    Subyektif (jasmani rohani).

2.    Proses pelaksanaannya.
3.
    Obyektif (kondisi lingkungan/medan).
4.
    Faktor pendukung (sarana danprasarana kegiatan).DEFINISI UMUM :Survival itu apa yach? Ada yang tau ga’? yup betul survival adalah suatu usaha dalam

    keadaan darurat alias kepepet untuk mempertahankan diri dari ancaman lingkungan agar 
    terus dapat mempertahankan hidup dan melanjutkan kegiatan/tugas yang sedang 
    dilaksanakannya. Intinya berusaha untuk hidup dengan kondisi apa adanya.DEFINISI KHUSUS :

Bagi para petugas SAR, survival adalah usaha dalam keadaan terbatas untuk mengolah 

    kebutuhan pendukung SAR secara maksimal dengan memanfaatkan factor alam yang 
    ada disekitarnya sehingga kegiatan operasi SAR masih terlaksana.

Keadaan darurat/terbatas ini meliputi :
1.
    Kesehatan jasmani dan rohani
           contoh : tegangan emosi, ketakutan, kesepian, tertekan, putus asa, putus cinta 
           (yee….) dan terasing, kecelakaan, luka.
2.
    Tersesat.
    3.    Kondisi medan yang berat.
    4.    Terbatasnya perlengkapan.
    5.    Bahan makanan terbatas.Jadi memang teknik survival hutan perlu disegarkan kembali agar permasalahan yang
    kurang dalam hal kemampuan, pengetahuan dan perlengkapan bisa diatasi dengan 
    perencanaan, persiapan dan latihan sehingga dalam praktek yang sesungguhnya tidak 
    menjadi persoalan baru yang lain selain operasi SAR itu sendiri.Pembahasan ruang lingkup dibatasi, meliputi pemahaman :
    1.    Mampu mempraktekkan pengetahuan yang sesuai untuk kegiatan/tugas yang 
           dikerjakan.
2.
    Pengembangan teknis dan system pengelolaan survival.
3.
    Peralatan survival yang tepat.Pada prakteknya semua keadaan darurat yang terjadi dalam mengatasinya melalui
    tahap / tindakan :
1.
    Menilai kesehatan secara keseluruhan dari tim.
2.
    Melakukan komunakasi bila mungkin, agar keadaan darurat tidak berlarut-larut dan 
           yang sakit dapat segera ditolong.
3.
    Membuat perlindungan sementara dan perlengkapannya.
4.
    Istirahat untuk mengembalikan kondisi.
5.
    Evaluasi :

           –    menilai permasalahan yang sudah, sedang dan akan terjadi
           –    mencari sebab timbulnya keadaan darurat
           –    penentuan lokasi untuk pengelolaan keadaan darurat
           –    menyusun daftar makanan, air dan alat yang masih tersisa
           –    membagi tugas

Continue reading

August 29, 2011 Posted by | wirkartika | , , , , , | Leave a comment

membuat bivak

Bivak adalah tempat berlindung sementara di alam bebas dari aneka gangguan cuaca, binatang buas, dan angin tentunya. Memang semua itu bisa mempergunakan Tenda Dome atau Flysheet, akan tetapi, bagaimana jika alat berlindung siap pakai tadi rusak ataupun sobek saat di alam bebas? Sudah tentu kita harus bisa membuat bivak atau shelter dari bahan sekeliling kita.

Bivak atau shelter dapat dibagi atas :
1. Bivak alam
Tempat berlindung yang dibuat dengan menggunakan bahan – bahan yang terdapat di alam seperti ;

a. Pohon tumbang
b. Lubang pada pohon besar
c. Gua
d. Bivak dari bambu
e. Bivak dari daun tumbuh – tumbuhan

2. Bivak buatan
a. Menggunakan plastik
b. Menggunakan Fly sheet

Continue reading

August 21, 2011 Posted by | wirkartika | , , | Leave a comment

MATERI MOUNTAINEERING

MATERI MOUNTAINEERING
Secara bahasa arti kata Mountaineering adalah teknik mendaki gunung. Ruang lingkup kegiatan Mountaineering sendiri meliputi kegiatan sebagai berikut :

1. Hill Walking/Hiking

Hill walking atau yang lebih dikenal sebagai hiking adalah sebuah kegiatan mendaki daerah perbukitan atau menjelajah kawasan bukit yang biasanya tidak terlalu tinggi dengan derajat kemiringan rata-rata di bawah 45 derajat. Dalam hiking tidak dibutuhkan alat bantu khusus, hanya mengandalkan kedua kaki sebagai media utamanya. Tangan digunakan sesekali untuk memegang tongkat jelajah (di kepramukaan dikenal dengan nama stock atau tongkat pandu) sebagai alat bantu. Jadi hiking ini lebih simpel dan mudah untuk dilakukan.

Level berikutnya dalam mountaineering adalah scrambling. Dalam pelaksanaannya, scrambling merupakan kegiatan mendaki gunung ke wilayah-wilayah dataran tinggi pegunungan (yang lebih tinggi dari bukit) yang kemiringannya lebih ekstrim (kira-kira di atas 45 derajat). Kalau dalam hiking kaki sebagai ‘alat’ utama maka untuk scrambling selain kaki, tangan sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang atau membantu gerakan mendaki. Karena derajat kemiringan dataran yang lumayan ekstrim, keseimbangan pendaki perlu dijaga dengan gerakan tangan yang mencari pegangan. Dalam scrambling, tali sebagai alat bantu mulai dibutuhkan untuk menjamin pergerakan naik dan keseimbangan tubuh.

Berbeda dengan hiking dan scrambling, level mountaineering yang paling ekstrim adalah climbing! Climbing mutlak memerlukan alat bantu khusus seperti karabiner, tali panjat, harness, figure of eight, sling, dan sederetan peralatan mountaineering lainnya. Kebutuhan alat bantu itu memang sesuai dengan medan jelajah climbing yang sangat ekstrim. Bayangkan saja, kegiatan climbing ini menggunakan wahana tebing batu yang kemiringannya lebih dari 80 derajat! Ouhhh…

Nah, tentu saja mountaineering ini cukup menantang untuk digeluti… selain wahana kegiatannya yang berada di daerah ketinggian pegunungan yang diwarnai dengan tebing lembah, ngarai, ceruk, sungai, dan panorama tiada tara, untuk melakoni mountaineering ini tentu saja dibutuhkan kesiapan fisik yang mantap.

Secara garis besarnya untuk melakoni mountaineering pastikan tubuh kalian dalam kondisi sehat, fit, dan stamina oke. Untuk itu olahraga teratur sangat mutlak. Selain itu, kau harus bebas dari semua phobia akan hal-hal yang berkaitan dengan tempat-tempat tinggi dan punya kesiapan rencana yang mantap!

Peralatan dasar kegiatan alam bebas seperti ransel, vedples (botol air), sepatu gunung, pakaian gunung, tenda, misting (rantang masak outdoor), kompor lapangan, topi rimba, peta, kompas, altimeter, pisau, korek, senter, alat tulis, dan matras mutlak dibutuhkan selain alat bantu khusus mountaineering seperti tali houserlite/kernmantel, karabiner, figure of eight, sling, prusik, bolt, webbing, harness, dan alat bantu khusus lainnya yang dibutuhkan sesuai level kegiatannya.

Continue reading

August 21, 2011 Posted by | wirkartika | , , , , | Leave a comment

SK NAVIGASI DARAT

KRIDA NAVIGASI DARAT ( NAVRAT)
SKK PENGETAHUAN PETA DAN MEDAN

Tujuan : Untuk mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pengetahuan Peta dan Medan maka ditetapkan syarat kecakapan/kompetensi untuk pramuka siaga, penggalang, penegak dan pandega sebagai berikut :
a. Pramuka Siaga (Tidak diadakan)
b. Pramuka Penggalang
1) Mengetahui dan mengerti tentang peta dan medan
2) Mengetahui dan mengerti tanda-tanda peta
c. Pramuka Penegak
1) Memahami dan dapat menentukan koordinat peta
2) Memahami dan mampu cara menyambung peta
d. Pramuka Pandega
1) Menguasai dan mahir menentukan koordinat peta
2) Menguasai dan mahir cara menghitung kedar peta
3) Menguasai dan mahir menghitung sudut tanjakan

Continue reading

August 21, 2011 Posted by | wirkartika | , , , , | Leave a comment

Arti lambang wirakartika

Saka Wirakartika adalah wadah para pemuda sebagai prajurit /patriot bangsa yang setia berbakti tetap menjaga keutuhan NKRI.

Saka adalah Wdah Pendidikan guna menyalurkan minat,mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam segala bidang IPTEK

Wira Adalah Kesatria muda yang terampil tangkas dan cerdas

Kartika Adalah Bimtang yang tinggi yang melambamgkan cita-cita yang tinggi dan berbudi luhur

Continue reading

August 14, 2011 Posted by | wirkartika | , , , , , | Leave a comment

Tujuan pramuka

Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara mereka bias:

  • Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
  • Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
  • Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjdai calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

August 14, 2011 Posted by | pramuka | , , , | Leave a comment

sejarah pramuka

Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung.Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).  Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.

August 14, 2011 Posted by | pramuka | , , , | 1 Comment